Selasa, 03 September 2013

PUNYA KEKURANGAN FISIK BUKAN HALANGAN UNTUK BERHASIL

Saya pernah melihat film tentang LENA MARIA, seorang wanita cacat, yang tidak memiliki kedua lengan, kakinyapun panjang sebelah.  Lena begitu gigih, dengan kakinya dia melukis, memasak, memegang garpu, membuka pintu dan memakai baju.  Dengan kakinya dia menyetir mobil yang sudah dimodifikasi dan dengan mulutnya dia menggigit sabuk pengaman dan menancapkannya pada tempatnya dan menjalankan mobilnya. Wajahnya begitu ceria, semangat hidupnya meledak-ledak, dengan gigih walau tidak punya dua tangan belajar berenang dan dia bisa!  Dia tidak berpikir, bahwa tidak punya tangan merupakan halangan baginya untuk bisa berenang, karena ikan tidak punya tangan dan juga bisa berenang.  Benar juga, dia berenang dengan menggerakkan tubuhnya seperti ikan dan kakinya seperti ekor ikan.  Dia berpikir bisa, berlatih dan ternyata bisa.

Yang membuat saya tambah heran, ketika diapun menikah dan bahagia.  Dia berpikir, bahwa tidak punya tangan bukan halangan untuk menikah.
Banyak orang yang fisiknya ‘normal’ namun pikirannya ‘sakit’, mereka tidak yakin apakah akan bisa menikah; “Apa ada yang mau dengan saya?” Pikirnya.  Banyak pemuda-pemudi berpikir begitu karena menyadari, dirinya ada kekurangan.  “Apa ada yang mau, hidung saya besar, kaki saya pendek, jari-jari saya besar-besar, apa ada yang mau, payudara saya kecil” kata mereka dalam hati.
Banyak orang terlalu konsentrasi pada apa yang jelek dari dirinya.  “Apakah ada yang mau menikah dengan saya, bagaimana kalau awalnya mau, tetapi akhirnya kecewa dan menolak aku, karena aku kasar, aku  egois”  yang lain menambahkan alasan ‘kelemahan’ lainnya.
Banyak orang berpikir, apa bisa menikah, apa bisa berprestasi, takut tenggelam dan tidak bisa berenang.  Yang membatasi bukan fisik, tetapi pikiran mereka.
Mereka lupa, bahwa di dunia ini memang tidak ada orang yang sempurna.  Setiap orang memiliki kelemahan, hanya saja mereka yang berhasil, adalah orang-orang yang berpikir, bahwa ‘kelemahan’nya bukan halangan untuk berhasil, cacat fisik bukan halangan untuk menikah, kelemahan fisik bukan batas untuk berkarya. Kenyataan menunjukkan, jika seseorang memiliki kelemahan fisik, biasanya justru punya kekuatan di bidang lainnya, entah insting atau seni. Itu keadilan TUHAN.
Tony Mendell, laki-laki tanpa tangan  yang bisa bermain gitar dengan begitu bagus dengan kakinya, sehingga Sri Paus, pemimpin tertinggi di Roma memanggilnya untuk bermain gitar di hadapannya dan itu dihadapan ribuan jamaah dan disiarkan di televisi.  Sejak itu ia bisa hidup dari konser demi konser dan undangan demi undangan yang diterimanya.
Orang memanggil dia bukan hanya karena dia bisa bermain gitar dengan ke dua kakinya, karena memang dia tidak memiliki tangan, tetapi orang terkesan dengan pandangan hidupnya, semangat hidupnya, gairah dan antusias nya menginspirasi banyak orang lain!  Tony Mendell, tidak berpikir, bahwa keadaan fisik merupakan halangan baginya untuk sukses meraih prestasi puncak.
Shakespeare, adalah orang yang lumpuh, namun ia berkarya besar dikenal sebagai seniman, sutradara sandiwara operete kelas dunia.
Beethoven, musik klasiknya masih terus diputar orang hingga hari ini.  Siapa menyangka bahwa ia justru memiliki gangguan pendengaran telinga?
John Milton, pengarang sajak/ puisi di Inggris adalah orang buta.
Kisah legendaris untuk orang cacat yang sukses adalah Helen Keller, wanita sarjana yang tuli  dan buta.  Ia menulis buku, keliling 20 negara berbicara dihadapan orang-orang cacat untuk memberi motivasi hidup.  Helen Keller mendapat penghargaan dari ratu Victoria Inggris.  Helen Keller menjadi orang sukses ditangan  guru yang tepat, Guru Anne Sullivan, yang memberinya dorongan, bahwa cacat bukan halangan untuk suskes.

John F.Kennedy, salah satu presiden Amerika yang mengalami cedera tulang belakang yang parah. Hitler pun bertubuh kecil dan pendek dan menjadi pemimpin bangsanya. 

Saya bangga dalam beberapa hal tentang Indonesia, kita negara yang relatif baru dalam hal berdemokrasi, tetapi luar biasa, kita memiliki Presiden wanita, yaitu, Megawati.  Amerika saja belum pernah memiliki presiden wanita.  Sebagai wanita, Megawati bertubuh gemuk, namun beliau tidak berpikir bahwa gemuknya menghalangi untuk sukses, beliau memiliki integritas.  Karena memang ‘cantik’ bagi seorang manusia bukan ‘fisik’ yang langsing semampai, tetapi batinnya dan karakternya!.  Fisik hanya bungkus seorang manusia.  Betapa banyak wanita minder karena gemuk, mereka harus belajar ‘kenyataan hidup’ di sisi yang lain,  bahwa fisik bukan halangan untuk sukses!

Presiden RI  Habibie yang kecil, tidak merasa minder memimpin para jenderal dan menteri yang tinggi dan tegap, karena beliau ‘jiwanya’ besar! Yang lebih mengagumkan saya adalah Gus Dur,  beliau  tidak bisa melihat, namun berani  menjadi Presiden. 

Mereka memiliki ‘kekurangan secara  fisik’, tetapi mereka adalah para pahlawan jiwa, hati mereka lebih besar dari keadaan fisik mereka yang ‘kurang menguntungkan’.  Habibie tidak berpikir bahwa tubuhnya yang kecil dan pendek merupakan halangan untuk memimpin para menteri atau jenderal yang berperawakan tinggi besar.  Megawati tidak minder dengan gemuknya dan Gus Dur tidak berpikir bahwa sakit matanya, merupakan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di negara ini, untuk menjadi orang nomor satu, presiden RI.  Mereka telah menembus batas-batas ‘keadaan fisik’.  

Ignace Paderewski pianis besar Polandia, guru musiknya mengatakan kepadanya tangannya terlalu kecil untuk menguasai tuts piano.  

Lee Hei A, pianis Korea yang kedua tangannya hanya 2 jari, tubuhnya pendek, dan waktu kecil mengalami keterbelakangan mental, ayahnya juga cacat.  Th 2007 baru saja konser di Jakarta.  Permainannya memukau ribuan orang. Seandainya Lee Hei A tidak cacat, jari-jarinya 5 dan badannya sempurna, apakah orang akan terpukau? Belum tentu, karena cukup banyak orang ‘normal’ lainnya yang bermain piano jauh lebih baik dari Lee Hei A.  Orang terpesona, karena orang ‘cacat’ jari hanya 2 tetapi bisa bermain piano.  Lee Hei A keliling dunia untuk konser, dan dimana-mana sukses. Kelemahan Lee Hei A,  justru menjadi kekuatannya.

Pada tahun 1983, ketika Dwayne Pingston baru berusia 19 tahun, ia menghindari tabrakan dari depan dengan membanting setirnya ke kanan. Dalam prosesnya ia menabrak bahu jalan dan terlempar dari mobilnya. Lehernya patah dan kaki-kakinya tak dapat digerakkan lagi. Dwayne telah menerima fakta bahwa ia lumpuh dari pinggangnya ke bawah dan akan menjadi seperti itu seumur hidupnya. Ia bisa saja menangisi nasibnya, namun dia tidak melakukan itu. Sebaliknya ia mensyukuri segala hal yang masih dapat dilakukannya dan menindak-lanjutinya. Dengan kursi roda, ia mencari nafkah dengan dua pekerjaan. Ia mereparasi mobil-mobil tua dan juga menjadi pengantar mobil-mobil yang dirancang menurut pesanan, mulai dari Jaguar hingga Troy, ke pelanggan-pelanggan di seluruh penjuru negara.  Rasa humornya luar biasa dan ia bahkan menyatakan beruntung tidak dapat merasakan apa-apa pada kedua kakinya.

Demosthenes adalah seorang yang gagap.  Untuk mewarisi harta dari orang tuanya, dia harus berbicara di dewan kota. Karena dia tidak berani dan tidak bisa berbicara maka hartanya jatuh ke orang lain.  Dia bertekad untuk belajar berbicara di depan umum. Dia  berjalan-jalan di tepi pantai sambil berteriak kepada ombak, sehingga meski cacat gagap, akhirnya ia menjadi seorang ahli pidato terkenal di Yunani.

Borghild Dahl, penulis buku  “I Wanted to See” (Saya Ingin Melihat).  “Saya hanya punya satu mata. Itu pun hampir tertutup seluruhnya oleh selaput, sehingga saya hanya bisa melihat melalui celah kecil mata saya sebelah kiri. ”  Di rumah ia senang membaca. Tapi bukunya harus didekatkan ke mata sampai bulu matanya menyentuh halaman buku. Ia berhasil meraih dua gelar sarjana muda dari Universitas Minnesota dan Master of Arts dari Universitas Columbia.
Ada pelajaran luar biasa bagi kita semua dalam kisah ini:   Jangan menangisi kehilangan kita; bersukacitalah dengan apa yang masih kita miliki.
Beberapa waktu yang lalu salah satu acara televisi memuat kisah kehidupan seorang yang bernama Henry Porter. Ia cacat dari sejak lahir. Penyakit ini membuatnya sulit bicara, berjalan atau menggunakan tangannya dengan normal. Tetapi ibunya selalu mengatakan bahwa ia dapat melakukan apa saja yang ia inginkan. Henry bertumbuh menjadi seorang yang ulet, tekun dan tidak mudah menyerah. Pada waktu dewasa, ia berkali-kali ditolak ketika melamar pekerjaan. Akhirnya ia diterima bekerja sebagai salesman. Ia menjual alat-alat rumah tangga dari pintu ke pintu. Setiap hari pagi-pagi ia berangkat bekerja dengan bus. Lalu ia berhenti disebuah hotel dimana seorang penjaga hotel menolongnya dengan kancing baju dan dasinya. Lalu berangkatlah ia dan mengetuk pintu demi pintu dan berusaha menjual produknya. Ia tak pernah mengeluh walaupun bagi dia tidak mudah untuk berjalan sejauh itu.Ketika pulang ia harus mengetik hasil penjualannya. Ia hanya dapat menggunakan satu jarinya untuk mengetik sehingga pekerjaan ini memakan waktu berjam-jam lamanya. Bertahun-tahun ia lakukan semuanya ini dengan sabar setiap hari. Kehidupan dan keuletan Henry Porter menjadi inspirasi dan menyentuh hati banyak orang sehingga ia menerima penghargaan dari kongres Amerika.

Orison Wett Marden, seorang penulis dan pendiri Success Magazine, berkata: “There is genius in persistence. It conquers all opposers. It gives confidence. It annihilates obstacles. Everybody believes in a determined man. People know that when he undertakes a thing, the battle is half won, for his rule is to accomplish whatever he sets out to do.”

Kita bisa berbuat banyak dengan apa yang kita miliki, apapun itu.  Kita tidak bisa berbuat apa-apa dengan yang tidak ada pada kita.  Jika kita hanya berpikir apa yang kita tidak punyai, kita tidak akan berbuat apa-apa.

Untuk cacat tertentu, memang tidak akan bisa mendaftar di AKABRI atau beberapa profesi tertentu, namun di muka bumi ini ada ribuan jenis profesi dan jenis kehidupan yang memberi peluang untuk maju,  jika kita mau.  Cacat fisik bukan batas untuk sukses, asal tekun, ulet, gigih pasti akhirnya bisa berhasil.

Keadaan fisik bukan kendala untuk sukses.  Yang menjadi halangan adalah kalau saudara berpikir bahwa keadaan fisik saudara menghalangi sukses.  Karena itu ubah pikiran saudara, tembuslah batas itu, raih prestasi tertinggi dan hidup maksimal.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Inspirasi Sekolah Minggu

Guru sekolah minggu itu hampir nggak punya duit
Guru sekolah minggu itu hampir nggak punya dukungan dari pejabat gereja
Guru sekolah minggu itu hampir tidak dikenal gembala/pendetanya
Guru sekolah minggu itu hampir nggak ada fasilitas
Guru sekolah minggu itu harus selalu berkorban
Guru sekolah minggu itu harus serba bisa
Guru sekolah minggu itu harus jadi teladan
Guru sekolah minggu itu harus ikut aturan gereja dewasa
Guru sekolah minggu itu harus bisa memanfaatkan barang yang ada / barang bekas
Guru sekolah minggu itu sering merasa minder karena pelayanannya tidak dianggap
Guru sekolah minggu itu sering dimarahi kalau pelayanannya tidak beres
Guru sekolah minggu itu sering serba salah: lama dimarahi, cepet juga dimarahi
Guru sekolah minggu itu sering bingung: mengajukan anggaran banyak dipotong
Guru sekolah minggu itu sering bertanya: mengapa pelayanannya dianaktirikan
Guru sekolah minggu itu sering mengeluh: yang lain dapat apresiasi, kami tidak
Guru sekolah minggu itu dituntut maksimal meskipun kondisi minimal
Guru sekolah minggu itu sering berpikir: pelayanan kami adalah pelayanan yatim piatu, bapak rohani kami hampir tidak pernah mengunjungi kami

Tetapi sekalipun demikian, aku ingin mengajak teman teman GSM, banggalah sebagai guru sekolah minggu, sebab saat engkau menyambut anak-anak itu, engkau sedang menyambut YESUS (Matius 18:5) - Inspirasi Sekolah Minggu

Suara Hati Anak2 kita :

1. mam/pa, jangan risau apa yg belum bisa kulakukan, lihatlah apa yg sdh bisa kulakukan, lihatlah lbh byk kelebihanku.....

2. mam/pa, aku memang blm bisa berhitung, tapi lihatlah aku bisa bernyanyi &selalu tersenyum ceria....

3. Mam/pa, jgn keluhkan aku tdk bisa diam, lihatlah energiku ini, bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini....

4. Ma/pa, jgn kau bandingkan aku dgn anak lain, lihatlah aku tdk pernah membandingkanmu dgn org tua yg lain, aku hanya satu

5. Ma/pa,jgn bosan dgn pertanyaanku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar dari rasa ingin tahu...

6.Ma/pa, jgn bentak2 aku, lihatlah aku punya perasaan, spt engkau juga memilikinya, aku sdg belajar memperlakukanmu kelak....

7. Ma/pa, jgn ancam2 aku, spt engkau juga tdk suka diancam org lain, lihatlah aku sdg belajar memahami keinginanmu

8. ma/pa, jgn lihat nilaiku yang rata2 atau biasa saja, lihatlah akumengerjakannya dgn jujur lihatlah aku sudah berusaha

9. ma/pa, aku memang belom bisa membaca, namun lihatlah aku bisa bercerita, pada saatnya aku akn bisa, aku butuh engkau percaya...

10. ma/pa, aku memang kurang mengerti matematika, tapi lihatlah aku suka berdoa, dan aku senang mendoakan yang terbaik untukmu...

11. ma/pa, aku memang banyak kekurangan, tapi aku juga punya kelebihan, bantu aku agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama...

12. ma/pa, hubungan kita sepanjang zaman, bantu aku mengenalmu dgn cara aku belajar bgmn engkau mengenalku....

13. ma/pa, aku ingin mengenangmu sbg yg terbaik, ajari aku dgn melihat yg terbaik dariku, shg aku bangga menyebut Namamu...

14.Ma/pa, semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku.....

Cintailah anak2 kita

Selamat Hari Anak Nasional

Kamis, 02 Mei 2013

KISAH AYAH DAN ANAK (GAMBARAN KITA DENGAN TUHAN)

Ada seorang ayah yang mempunyai seorang anak. Ia sangat menyayangi anaknya. Suatu hari ketika si anak diajaknya keluar naik mobil, mereka pulang sangat larut. Di tengah jalan, si anak melepas seatbelt-nya karena merasa sangat gerah.
Ayahnya meminta anaknya untuk memakainya kembali tapi si anak menolak.
Dan benarlah ketika sampai di sebuah tikungan, tiba-tiba muncul sebuah
sepeda motor yang menyebabkan mobil mereka harus mengerem
dengan sangat mendadak. Ayahnya selamat, sedangkan anaknya terlempar
keluar melalui kaca depan dengan kepala duluan dan membentur aspal.

Langsung saja dilarikan ke rumah sakit. Si anak menderita gegar otak yang
cukup parah dan akhirnya harus buta, bisu dan tuli. Si ayah hanya bisa
memeluk sambil menangis. Karena anaknya tidak akan bisa mendengar,
tidak bisa melihat dan tidak bisa berbicara lagi.

Begitulah kehidupan ayah-anak itu.... Dia senantiasa menjaga anaknya....
Suatu ketika anaknya minta es, ayahnya tidak memberikannya
karena ayahnya tahu ia sedang panas dalam dan es akan memperparah
penyakitnya....

Di suatu musim dingin, anaknya ingin berjalan ke tempat yang hangat tetapi
langsung dicegahnya karena ternyata "tempat hangat" itu adalah sebuah gubuk
yang sedang terbakar....

Di kesempatan lain, ayahnya membuang liontin kesukaan anak itu.
Akibatnya si anak ngambek satu minggu.. Ayahnya sedih sekali karena ia
ingin memberitahu anaknya kalau liontin itu sudah berkarat dan bisa melukai
dirinya. Tapi keterbatasan komunikasi membuat si anak menyalahkan
ayahnya...

Apa daya yang bisa dilakukan sang ayah? Anaknya tidak bisa melihat,
mendengar maupun berbicara. Ia sangat rindu sekali untuk bersama-sama
dengan anaknya dan bermain-main seperti ayah-anak pada umumnya....

Teman-teman...apakah saat ini hubungan kita dengan Allah Bapa
seperti ayah dan anak itu?

Ketika Tuhan mengingatkan kita untuk memakai seatbelt itu, kita melepasnya karena dirasa terlalu ketat dan memaksa....Ketika Tuhan meminta kita untuk taat, kita malah melanggarnya. Akibatnya, kita semakin jauh dari Tuhan, jatuh ke dalam dosa, sehingga beberapa dari berkat kita harus diambil.....

Sudah begitu, kita semakin sulit berkomunikasi dengan Allah Bapa.
Kita selalu mengeluh, mengapa begini, mengapa begitu.. Seolah-olah yang kita inginkan selalu saja dicegah oleh Allah Bapa. Padahal,tahukah kita kalau Allah Bapa sedang menjauhkan kita dari sesuatu yang berbahaya? Seandainya kita selalu berkomunikasi denganNya lewat doa-doa kita
setiap hari, kita akan bisa tahu alasan mengapa Allah Bapa seperti ini kepada
kita....

Jangan pernah mencoba melepas seatbelt rohani itu ketika kamu masih dalam
sebuah mobil kehidupan yang melaju kencang di jalan raya....
Jangan pernah menyalahkan Tuhan. Ia tidak sejahat itu.
Semua rancanganNya adalah indah pada waktuNya... Komunikasi-lah selalu
dengan Tuhan setiap hari. Ambil saat teduh untuk bercakap-cakap dengan
Tuhan dan jadilah anakNya yang taat....^_^

In HIS Love, "I Try Not Become A Man Of Success But Rather To Become A Man Of Value, Significance, Quality & Inspiration In Life" "God Has Not Called Me To Be Successful But He Has Called Me To Be Faithful" "If I Die Tomorrow..I'd Be Allright..Because I Believe..That After I'm Gone..The Spirit Carries On..." Amen


CREATED BY : KAK'YUDI